Baca Berita

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi

Oleh : bps | 18 Maret 2014 | Dibaca : 2703 Pengunjung

FEBRUARI 2014 KOTA DENPASAR INFLASI 0,37 PERSEN

Pada bulan Februari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,54. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46 persen; kelompok bahan makanan 0,50 persen; kelompok sandang 0,43 persen; kelompok kesehatan 0,35 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Satu kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Komponen inti pada Januari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, komponen volatile inflasi sebesar 0,07 persen, dan komponen administratif inflasi sebesar 0,03 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Februari 2014 antara lain: beras, cabai rawit, daging ayam ras, ayam goreng, rokok kretek filter, rokok putih, dan gelas minum. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: bahan bakar rumah tangga, bawang merah, sawi hijau, dan semangka.

Dari 82 kota tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 2,73 persen dan terendah di Probolinggo 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 2,43 persen dan terendah di Tanjung dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,18 persen.

Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-33 dari 55 kota yang mengalami inflasi.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Februari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,37 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46 persen; kelompok bahan makanan 0,50 persen; kelompok sandang 0,43 persen; kelompok kesehatan 0,35 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Satu kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain : beras, cabai rawit, daging ayam ras, ayam goreng, rokok kretek filter, rokok putih, dan gelas minum. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain : bahan bakar rumahtangga, bawang merah, sawi hijau, dan semangka. Pada bulan Februari 2014 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,2326 persen; kelompok bahan makanan 0,0960 persen; kelompok sandang 0,0223 persen; kelompok kesehatan 0,0209 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0019 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga 0,0019 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0054 persen.

Laju inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan laju inflasi “Year on Year”

(Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2012 dan 2013 masing-masing sebesar 1,54 persen dan 2,61 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Februari 2012 terhadap Februari 2011 dan Februari 2013 terhadap Februari 2012 masing-masing sebesar 4,28 persen dan 5,81 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2014 sebesar 116,13 dan bulan sebelumnya sebesar 115,55 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,50 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk di dalam kelompok ini, delapan subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu: subkelompok ikan segar 5,04 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 2,20 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 1,91 persen; subkelompok ikan diawetkan 1,76 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,46 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 1,30 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,48 persen; serta subkelompok kacang-kacangan 0,10 persen. Tiga subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok sayur-sayuran 3,72 persen; subkelompok buah-buahan 2,83 persen; serta subkelompok bumbubumbuan 2,43 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah: beras 0,0761 persen; cabai rawit 0,0415 persen; daging ayam ras 0,0325 persen; dan ikan tongkol 0,0205 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah: bawang merah 0,0674 persen; sawi hijau 0,0232 persen; dan semangka 0,0203 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0960 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 111,05 dan bulan sebelumnya sebesar 109,45 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,46 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semuanya mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok makanan jadi 0,87 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,81 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 4,57 persen. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi anatara lain: rokok kretek filter 0,0726 persen; ayam goreng 0,0326 persen; dan rokok putih 0,0307 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2326 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Februari 2014 adalah 106,70 dan bulan sebelumnya 106,69 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,09 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga 2,53 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,39 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 1,20 persen.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: gelas minum 0,0417 persen; tarif sewa rumah 0,0074 persen; upah pembantu rumahtangga 0,0060 persen; dan panci 0,0056 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah bahan bakar rumah tangga 0,0779 persen dan sabun detergen bubuk/cair 0,0010 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0019 persen.

4. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 101,10 dan bulan sebelumnya 100,67 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini semua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,05 persen; subkelompok sandang wanita 1,13 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,31 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 0,20 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah baju kebaya 0,0150 persen; emas perhiasan 0,0054 persen; serta kaos kaki anak 0,0032 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah handuk 0,0029 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0223 persen.

5. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 107,43 dan pada bulan sebelumnya sebesar 107,05 atau mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok obat-obatan 1,44 persen serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,22 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah obat dengan resep 0,0157 persen; bedak 0,0077 persen; pelembab 0,0037 persen; dan sabun mandi 0,0036 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah deodorant 0,0070 persen; shampo 0,0024 persen; dan pembersih/penyegar 0,0023 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0209 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 106,08 dan pada bulan sebelumnya sebesar 106,06 atau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok pendidikan inflasi 0,06 persen dan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan deflasi 0,10 persen. Tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok kursus-kursus/pelatihan, subkelompok rekreasi, dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/ tetap. Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi adalah biaya pendidikan akademi/perguruan tinggi 0,0031 persen dan printer 0,0008 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah laptop/notebook 0,0020 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0019 persen.

7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 110,86 dan bulan sebelumnya sebesar 110,90 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok transpor deflasi 0,05 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman; subkelompok sarana dan penunjang transport; serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap. Komoditas yang memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan udara 0,0117 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi adalah bensin non subsidi 0,0038 persen dan tarif kendaraan carter/rental 0,0016 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0054 persen.

INFLASI KOMPONEN INTI FEBRUARI 2014

Komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,03 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi 0,07 persen.

FEBRUARI 2014 KOTA DENPASAR INFLASI 0,37 PERSEN

Pada bulan Februari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,54. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46 persen; kelompok bahan makanan 0,50 persen; kelompok sandang 0,43 persen; kelompok kesehatan 0,35 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Satu kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Komponen inti pada Januari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, komponen volatile inflasi sebesar 0,07 persen, dan komponen administratif inflasi sebesar 0,03 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Februari 2014 antara lain: beras, cabai rawit, daging ayam ras, ayam goreng, rokok kretek filter, rokok putih, dan gelas minum. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: bahan bakar rumah tangga, bawang merah, sawi hijau, dan semangka.

Dari 82 kota tercatat 55 kota mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 2,73 persen dan terendah di Probolinggo 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Sibolga 2,43 persen dan terendah di Tanjung dan Balikpapan masing-masing sebesar 0,18 persen.

Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-33 dari 55 kota yang mengalami inflasi.

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Februari 2014 di Kota Denpasar terjadi inflasi sebesar 0,37 persen. Tingkat inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen.Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks enam kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 1,46 persen; kelompok bahan makanan 0,50 persen; kelompok sandang 0,43 persen; kelompok kesehatan 0,35 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,02 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,01 persen. Satu kelompok pengeluaran lainnya yaitu kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain : beras, cabai rawit, daging ayam ras, ayam goreng, rokok kretek filter, rokok putih, dan gelas minum. Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain : bahan bakar rumahtangga, bawang merah, sawi hijau, dan semangka. Pada bulan Februari 2014 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,2326 persen; kelompok bahan makanan 0,0960 persen; kelompok sandang 0,0223 persen; kelompok kesehatan 0,0209 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,0019 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, olahraga 0,0019 persen. Sedangkan kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0054 persen.

Laju inflasi tahun kalender Februari 2014 sebesar 1,63 persen dan laju inflasi “Year on Year” (Februari 2014 terhadap Februari 2013) sebesar 6,11 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun kalender 2012 dan 2013 masing-masing sebesar 1,54 persen dan 2,61 persen. Tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Februari 2012 terhadap Februari 2011 dan Februari 2013 terhadap Februari 2012 masing-masing sebesar 4,28 persen dan 5,81 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2014 sebesar 116,13 dan bulan sebelumnya sebesar 115,55 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,50 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk di dalam kelompok ini, delapan subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu: subkelompok ikan segar 5,04 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 2,20 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 1,91 persen; subkelompok ikan diawetkan 1,76 persen; subkelompok lemak dan minyak 1,46 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 1,30 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,48 persen; serta subkelompok kacang-kacangan 0,10 persen. Tiga subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok sayur-sayuran 3,72 persen; subkelompok buah-buahan 2,83 persen; serta subkelompok bumbubumbuan 2,43 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah: beras 0,0761 persen; cabai rawit 0,0415 persen; daging ayam ras 0,0325 persen; dan ikan tongkol 0,0205 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah: bawang merah 0,0674 persen; sawi hijau 0,0232 persen; dan semangka 0,0203 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0960 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 111,05 dan bulan sebelumnya sebesar 109,45 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,46 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semuanya mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok makanan jadi 0,87 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,81 persen; serta subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 4,57 persen. Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi anatara lain: rokok kretek filter 0,0726 persen; ayam goreng 0,0326 persen; dan rokok putih 0,0307 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,2326 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan Februari 2014 adalah 106,70 dan bulan sebelumnya 106,69 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok biaya tempat tinggal 0,09 persen; subkelompok perlengkapan rumahtangga 2,53 persen; serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,39 persen. Sedangkan satu subkelompok lainnya yaitu subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 1,20 persen.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara lain: gelas minum 0,0417 persen; tarif sewa rumah 0,0074 persen; upah pembantu rumahtangga 0,0060 persen; dan panci 0,0056 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi adalah bahan bakar rumah tangga 0,0779 persen dan sabun detergen bubuk/cair 0,0010 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0019 persen.

4. Sandang

Indeks kelompok sandang pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 101,10 dan bulan sebelumnya 100,67 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini semua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki sebesar 0,05 persen; subkelompok sandang wanita 1,13 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,31 persen; serta subkelompok barang pribadi dan sandang lainnya 0,20 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah baju kebaya 0,0150 persen; emas perhiasan 0,0054 persen; serta kaos kaki anak 0,0032 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah handuk 0,0029 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0223 persen.

5. Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 107,43 dan pada bulan sebelumnya sebesar 107,05 atau mengalami inflasi sebesar 0,35 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok obat-obatan 1,44 persen serta subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,22 persen. Sedangkan dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah obat dengan resep 0,0157 persen; bedak 0,0077 persen; pelembab 0,0037 persen; dan sabun mandi 0,0036 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah deodorant 0,0070 persen; shampo 0,0024 persen; dan pembersih/penyegar 0,0023 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0209 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Februari 2014 adalah sebesar 106,08 dan pada bulan sebelumnya sebesar 106,06 atau mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok pendidikan inflasi 0,06 persen dan subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan deflasi 0,10 persen. Tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok kursus-kursus/pelatihan, subkelompok rekreasi, dan subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/ tetap. Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi adalah biaya pendidikan akademi/perguruan tinggi 0,0031 persen dan printer 0,0008 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi adalah laptop/notebook 0,0020 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0019 persen.

7. Transpor, Komunikasi,dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi,dan jasa keuangan pada bulan Februari 2014 adalahsebesar 110,86 dan bulan sebelumnya sebesar 110,90 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,04 persen.

Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok transpor deflasi 0,05 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman; subkelompok sarana dan penunjang transport; serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap. Komoditas yang memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan udara 0,0117 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan andil inflasi adalah bensin non subsidi 0,0038 persen dan tarif kendaraan carter/rental 0,0016 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0054 persen.

INFLASI KOMPONEN INTI FEBRUARI 2014

Komponen inti pada Februari 2014 mengalami inflasi sebesar 0,27 persen, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 0,03 persen, dan komponen bergejolak mengalami inflasi 0,07 persen.


Oleh : bps | 18 Maret 2014 | Dibaca : 2703 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter